Kontroversi Skin Tung Tung Sahur Free Fire: Pelanggaran Hak Cipta atau Etika AI?

Diterbitkan Diperbarui  2 menit baca ItemGame Berita
Bagikan ke:
Kontroversi Skin Tung Tung Sahur Free Fire: Pelanggaran Hak Cipta atau Etika AI?

Pada Juni 2025, Free Fire menghadirkan Bundle Anomali “Tung Tung Tung Sahur” yang bisa didapat gratis lewat event di dalam game. Bundle ini langsung jadi bahan perdebatan karena karakter “Tung Tung Tung Sahur” pertama kali dipopulerkan oleh kreator TikTok Noxa (@noxaasht), yang membuatnya dengan bantuan AI. Noxa menyebut Garena tidak menghubunginya sebelum bundle dirilis, dan kasus ini memicu diskusi soal etika serta status hak cipta karya hasil AI.

Bundle “Tung Tung Tung Sahur” di Free Fire

Karakter “Tung Tung Tung Sahur” adalah meme viral yang berakar dari tradisi membangunkan orang untuk sahur, dibalut nuansa horor. Noxa mengunggah karakter ini di TikTok pada 28 Februari 2025, dan karakternya cepat menyebar di media sosial.

  • Event “Tung Tung Tung Sahur” di Free Fire dimulai 12 Juni 2025.
  • Bundle Anomali Tung Tung Tung Sahur beserta voice pack eksklusifnya bisa didapat gratis dengan menyelesaikan tantangan selama event.

Noxa Kecewa karena Tidak Dihubungi

Noxa mengaku kecewa karena bundle tersebut dirilis tanpa sepengetahuan dan izinnya. Ia juga menyebut sudah mengirim pesan ke Garena, tetapi saat itu belum mendapat balasan.

  • Dalam klarifikasi kepada GGWP.ID pada 18 Juni 2025, Noxa menegaskan ia tidak meminta uang dan tidak berniat menuntut soal hak cipta atau lisensi. Ia hanya ingin Garena membalas pesannya karena ingin membuat konten tentang kolaborasi tersebut di TikTok.
  • Noxa juga menyebut sebagian kreator lain salah menangkap maksud videonya, dan saat itu ia mengaku sudah mulai berkomunikasi dengan Garena.

Polemik Hak Cipta Karya AI

Perdebatan warganet berpusat pada status hukum karya yang dibuat dengan AI. Sebagian pihak berpendapat karya yang sepenuhnya dihasilkan AI tidak bisa dilindungi hak cipta, sehingga Garena tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Pihak lain menilai ide dan prompt di balik karakter tetap datang dari kreatornya, sehingga setidaknya ada etika untuk berkomunikasi lebih dulu.

  • Noxa sendiri mengakui karya AI sulit dilindungi hak cipta. Yang ia persoalkan adalah etika komunikasi, bukan kompensasi.
  • Kasus ini menunjukkan tantangan baru soal kepemilikan dan pemakaian karya digital yang dibuat dengan bantuan AI.

Kolaborasi Nailoong di Bulan yang Sama

Di bulan yang sama, Free Fire juga menggelar kolaborasi dengan karakter viral “Nailoong si Dino Kuning” yang dimulai pada 9 Juni 2025.

  • Item kolaborasinya meliputi Bundle, Emote, Backpack, dan skin Surfboard bertema Nailoong.
  • Pemain bisa menyelesaikan misi harian untuk mengumpulkan token, lalu menukarnya dengan Gloo Wall atau pakaian bertema Nailoong secara gratis.

Sumber: