PEGI 16 untuk Loot Box dan Gacha: Aturan Baru Rating Game yang Mengubah Industri Gaming Global Mulai Juni 2026

14 Maret 2026
Admin
Bagikan ke:
PEGI 16 untuk Loot Box dan Gacha: Aturan Baru Rating Game yang Mengubah Industri Gaming Global Mulai Juni 2026

Dunia gaming global baru saja diguncang oleh keputusan besar dari PEGI (Pan European Game Information) yang secara resmi mengumumkan bahwa semua game yang mengandung loot box, gacha, dan paid random items akan otomatis mendapatkan rating PEGI 16 mulai Juni 2026. Keputusan ini menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam regulasi industri gaming modern dan berdampak langsung pada ratusan judul game populer yang dimainkan oleh jutaan gamer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bagi kamu yang ingin tetap update dengan berita gaming terkini, ItemGame selalu menyajikan informasi terlengkap seputar perkembangan industri game.

Apa Itu PEGI dan Mengapa Keputusan Ini Sangat Penting

PEGI adalah sistem rating usia untuk video game yang digunakan di lebih dari 38 negara di Eropa dan juga menjadi rujukan di banyak negara lainnya. Sistem ini menggunakan label usia 3, 7, 12, 16, dan 18 untuk mengindikasikan kesesuaian konten game bagi kelompok usia tertentu. Selama bertahun-tahun, PEGI menjadi standar utama yang digunakan oleh platform digital seperti PlayStation Store, Xbox Marketplace, Nintendo eShop, dan Steam untuk menampilkan informasi rating game kepada konsumen.

Keputusan untuk menaikkan rating game yang mengandung paid random items ke PEGI 16 merupakan respons langsung terhadap kekhawatiran yang terus meningkat dari berbagai pihak, mulai dari organisasi perlindungan konsumen, pemerintah, hingga komunitas gaming itu sendiri. Selama bertahun-tahun, mekanik loot box dan gacha dianggap sebagai area abu-abu yang membutuhkan regulasi lebih ketat, terutama karena dampaknya terhadap pemain usia muda.

Detail Lengkap Perubahan Sistem Rating PEGI 2026

Menurut pengumuman resmi dari PEGI dan pernyataan direktur PEGI Dirk Bosmans kepada GamesIndustry.biz, perubahan yang berlaku mulai Juni 2026 ini mencakup beberapa kategori baru yang disebut “Interactive Risk Categories”. Berikut adalah rincian lengkap perubahannya:

Kategori utama yang paling berdampak adalah paid random items. Definisi dari kategori ini mencakup semua bentuk pembelian dalam game di mana pemain tidak mengetahui secara pasti apa yang akan mereka dapatkan sebelum melakukan pembelian. Ini termasuk:

  • Loot box seperti yang ada di Overwatch 2 dan Counter-Strike 2
  • Card pack seperti di EA Sports FC Ultimate Team dan Marvel Snap
  • Gacha system seperti di Genshin Impact, Honkai Star Rail, dan Blue Archive
  • Mystery items dan kunci untuk membuka item random
  • Prize wheel dan mekanik undian berbayar lainnya

Semua game yang mengandung mekanik tersebut akan secara otomatis mendapatkan rating minimal PEGI 16. Dalam beberapa kasus tertentu, rating bahkan bisa dinaikkan menjadi PEGI 18.

Kategori Baru Lainnya

Selain paid random items, PEGI juga memperkenalkan beberapa kategori risiko interaktif baru:

  1. Pembelian konten dalam game - Game yang menawarkan pembelian item digital, season pass, atau DLC akan mendapatkan deskriptor khusus
  2. Konten blockchain dan NFT - Game yang menggunakan teknologi blockchain atau NFT akan langsung mendapatkan rating PEGI 18
  3. Play-by-appointment - Mekanik yang memberikan reward untuk kembali bermain secara rutin seperti daily quest akan mendapatkan PEGI 7
  4. Tekanan sosial - Fitur yang mendorong pemain melakukan pembelian melalui tekanan sosial akan mendapatkan deskriptor tambahan

Game Populer yang Terdampak Langsung oleh Aturan Baru

Dampak dari kebijakan ini sangat luas karena hampir semua game dengan model monetisasi free-to-play menggunakan setidaknya satu bentuk paid random items. Berikut adalah beberapa kategori game yang paling terdampak:

Game Mobile Free-to-Play

Kategori yang paling terdampak adalah game mobile free-to-play yang mengandalkan sistem gacha sebagai sumber pendapatan utama. Game-game seperti Genshin Impact, Honkai Star Rail, Zenless Zone Zero, Blue Archive, Arknights, dan Wuthering Waves yang selama ini memiliki rating lebih rendah, kini otomatis akan berlabel PEGI 16 di wilayah yang menggunakan sistem PEGI.

Untuk game-game ini, perubahan rating bisa berdampak pada visibilitas di toko aplikasi dan persepsi orang tua terhadap keamanan game untuk dimainkan oleh anak-anak mereka. Meskipun rating PEGI tidak bersifat mengikat secara hukum di semua negara, banyak platform digital yang menggunakan rating ini sebagai dasar untuk fitur parental control.

Game Olahraga dengan Card Pack System

Franchise game olahraga besar seperti EA Sports FC (sebelumnya FIFA) dengan mode Ultimate Team-nya merupakan salah satu target utama regulasi ini. Mode Ultimate Team telah lama dikritik karena mendorong pemain untuk membeli card pack secara berulang demi mendapatkan pemain bintang. Dengan aturan baru ini, semua seri EA Sports FC yang memiliki mode Ultimate Team akan secara otomatis mendapatkan rating PEGI 16.

Game Battle Royale dan Shooter

Beberapa game shooter dan battle royale yang memiliki sistem loot box kosmetik juga terdampak. Meskipun game seperti Valorant, Fortnite, dan Counter-Strike 2 sebagian besar sudah memiliki rating tinggi, perubahan ini memastikan bahwa aspek monetisasi juga menjadi faktor dalam penentuan rating akhir.

Dampak bagi Gamer Indonesia dan Sistem Rating Lokal

Indonesia memiliki sistem rating game sendiri yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui sistem IGRS (Indonesian Game Rating System). Meskipun sistem rating Indonesia tidak langsung mengadopsi perubahan PEGI, ada beberapa dampak tidak langsung yang perlu diperhatikan oleh gamer Indonesia.

Potensi Perubahan di Platform Digital

Platform digital global seperti Google Play Store dan Apple App Store yang beroperasi di Indonesia biasanya mempertimbangkan berbagai sistem rating internasional dalam menentukan kebijakan mereka. Perubahan PEGI bisa mendorong platform-platform ini untuk memperbarui cara mereka menampilkan informasi tentang konten pembelian dalam game kepada pengguna Indonesia.

Diskusi Regulasi di Indonesia

Indonesia telah menunjukkan keseriusan dalam mengatur industri game digital, terbukti dari kebijakan pemblokiran beberapa game yang tidak memenuhi persyaratan regulasi lokal. Langkah PEGI ini bisa menjadi preseden yang mendorong diskusi lebih lanjut tentang bagaimana Indonesia mengatur aspek monetisasi dalam game, terutama yang berkaitan dengan mekanik gacha dan loot box.

Kesadaran Orang Tua dan Konsumen

Salah satu dampak positif dari perubahan ini adalah meningkatnya kesadaran di kalangan orang tua dan konsumen Indonesia tentang adanya mekanik pembelian random dalam game yang dimainkan oleh anak-anak mereka. Banyak orang tua di Indonesia yang mungkin tidak menyadari bahwa game gratis yang dimainkan anak mereka memiliki sistem gacha yang bisa menghabiskan uang dalam jumlah besar.

Respons Industri Gaming Terhadap Perubahan PEGI

Reaksi dari industri gaming terhadap keputusan PEGI ini cukup beragam. Beberapa pihak menyambut baik langkah ini sebagai bentuk perlindungan konsumen yang sudah seharusnya dilakukan sejak lama, sementara pihak lain mengkhawatirkan dampaknya terhadap model bisnis yang sudah mapan.

Pihak yang Mendukung

Organisasi perlindungan konsumen dan beberapa pengembang indie menyambut positif keputusan ini. Mereka menganggap bahwa transparansi tentang mekanik monetisasi dalam game adalah hak dasar konsumen. Banyak yang melihat ini sebagai langkah pertama menuju regulasi yang lebih komprehensif terhadap praktik monetisasi yang dianggap predatoris.

Menurut laporan dari BBC, perubahan ini merupakan hasil dari konsultasi panjang antara PEGI dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk developer, publisher, dan organisasi konsumen.

Kekhawatiran Publisher Besar

Di sisi lain, beberapa publisher besar yang mengandalkan pendapatan dari sistem loot box dan gacha mengkhawatirkan dampak komersial dari perubahan ini. Rating yang lebih tinggi berpotensi mengurangi basis pemain, terutama di kalangan pemain muda yang merupakan segmen pasar yang signifikan untuk game free-to-play.

Namun, perlu dicatat bahwa rating PEGI bersifat informatif dan bukan larangan. Artinya, pemain di bawah usia 16 tahun masih bisa memainkan game tersebut, tetapi dengan informasi yang lebih jelas tentang konten yang ada di dalamnya.

Perbandingan dengan Regulasi Loot Box di Negara Lain

Langkah PEGI ini bukan terjadi dalam kekosongan. Berbagai negara di dunia telah mengambil pendekatan yang berbeda-beda dalam mengatur loot box dan gacha dalam game.

Belgia dan Belanda yang Lebih Ketat

Belgia dan Belanda telah mengambil langkah yang lebih radikal dengan sepenuhnya melarang loot box berbayar dalam game. Akibat regulasi ini, beberapa game seperti FIFA (sekarang EA Sports FC) harus menghapus fitur pembelian card pack di kedua negara tersebut. Langkah ini dianggap oleh beberapa pihak sebagai terlalu ekstrem, tetapi berhasil memaksa publisher untuk menyediakan alternatif monetisasi yang lebih transparan.

Jepang dengan Regulasi Gacha

Jepang, sebagai negara asal sistem gacha, telah memiliki regulasi sendiri yang melarang “kompu gacha” atau complete gacha, yaitu sistem di mana pemain harus mengumpulkan set item dari gacha untuk mendapatkan reward khusus. Regulasi ini sudah berlaku sejak 2012 dan menjadi salah satu contoh awal regulasi mekanik random dalam game.

China dengan Pengungkapan Rate

China mewajibkan semua game yang mengandung loot box untuk mengungkapkan persentase drop rate secara eksplisit kepada pemain. Kebijakan ini telah mendorong transparansi yang lebih besar dan kemudian diadopsi oleh beberapa publisher secara global, termasuk untuk game yang dirilis di Indonesia.

Australia dan Investigasi Parlemen

Australia telah melakukan beberapa investigasi parlemen tentang loot box dalam game dan mempertimbangkan untuk mengklasifikasikannya sebagai bentuk perjudian. Meskipun belum ada regulasi spesifik yang diberlakukan, diskusi ini terus berlanjut dan PEGI bisa menjadi katalis untuk tindakan lebih lanjut.

Apa yang Harus Dilakukan Gamer Indonesia

Bagi gamer Indonesia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait perubahan ini:

Memahami Sistem Rating Game

Langkah pertama adalah memahami bahwa rating game bukan sekadar angka, tetapi informasi penting tentang konten yang ada dalam game. Dengan adanya kategori baru untuk paid random items, pemain dan orang tua bisa membuat keputusan yang lebih informasi tentang game yang dimainkan.

Mengatur Pengeluaran dalam Game

Perubahan rating ini juga menjadi pengingat bagi semua pemain untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran untuk pembelian dalam game, terutama untuk mekanik gacha dan loot box. Banyak game modern dirancang untuk mendorong pembelian impulsif, dan kesadaran akan hal ini adalah langkah pertama untuk menghindari pengeluaran berlebihan.

Memanfaatkan Fitur Parental Control

Bagi orang tua, pastikan untuk memanfaatkan fitur parental control yang tersedia di perangkat gaming dan platform digital. Dengan rating PEGI yang lebih ketat untuk game dengan loot box, fitur-fitur ini menjadi semakin relevan dan berguna untuk mengontrol akses anak terhadap konten pembelian dalam game.

Untuk panduan lengkap tentang game terbaik dan tips gaming lainnya, kunjungi ItemGame yang menyediakan rekomendasi game terkurasi untuk semua platform.

Prediksi Dampak Jangka Panjang bagi Industri Gaming

Perubahan sistem rating PEGI ini berpotensi memicu efek domino yang signifikan dalam industri gaming global. Beberapa prediksi tentang dampak jangka panjangnya meliputi:

Pergeseran Model Monetisasi

Dengan rating yang lebih tinggi untuk game dengan loot box, beberapa publisher mungkin akan mempertimbangkan untuk beralih ke model monetisasi yang lebih transparan. Ini bisa berupa sistem pembelian langsung di mana pemain tahu persis apa yang mereka dapatkan, atau model battle pass yang memberikan jalur progres yang lebih jelas.

Beberapa game sudah mulai bergerak ke arah ini. Fortnite, misalnya, telah lama mengandalkan model battle pass dan pembelian kosmetik langsung tanpa elemen random yang signifikan. Model ini terbukti sangat sukses secara komersial dan bisa menjadi template bagi game lainnya.

Regulasi Lebih Ketat di Masa Depan

Langkah PEGI ini kemungkinan besar akan diikuti oleh tindakan serupa dari badan rating game di negara lain. ESRB di Amerika Utara, CERO di Jepang, dan badan rating di negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia mungkin akan mempertimbangkan perubahan serupa untuk sistem rating mereka.

Inovasi dalam Desain Game

Tekanan regulasi juga bisa mendorong inovasi dalam desain game. Developer mungkin akan mencari cara-cara baru untuk memonetisasi game mereka yang tidak termasuk dalam kategori paid random items, mendorong kreativitas dalam menciptakan model bisnis yang adil bagi pemain sekaligus menguntungkan bagi developer.

Kronologi Kontroversi Loot Box dalam Gaming

Untuk memahami konteks penuh dari keputusan PEGI ini, penting untuk melihat sejarah kontroversi loot box dalam industri gaming:

Awal Mula dan Normalisasi

Mekanik loot box pertama kali diperkenalkan secara luas melalui game-game seperti Team Fortress 2 dan kemudian dipopulerkan oleh game mobile Asia seperti Puzzle and Dragons. Seiring waktu, mekanik ini menjadi standar industri, terutama di segmen mobile gaming dan game free-to-play.

Momen Star Wars Battlefront II

Titik balik terbesar terjadi pada November 2017 ketika Electronic Arts merilis Star Wars Battlefront II dengan sistem loot box yang sangat agresif. Reaksi negatif yang masif dari komunitas gaming memaksa EA untuk mengubah sistem monetisasinya dan memicu diskusi global tentang regulasi loot box. Komentar EA di Reddit tentang “sense of pride and accomplishment” menjadi salah satu komentar yang paling di-downvote dalam sejarah platform tersebut.

Gelombang Regulasi Global

Setelah insiden Battlefront II, berbagai negara mulai serius mempertimbangkan regulasi loot box. Belgia dan Belanda menjadi pelopor dengan melarang loot box berbayar, sementara banyak negara lainnya memulai investigasi dan konsultasi publik. Proses ini akhirnya berujung pada keputusan PEGI di tahun 2026.

Kesimpulan dan Pandangan ke Depan

Keputusan PEGI untuk mewajibkan rating 16+ bagi semua game dengan loot box dan gacha mulai Juni 2026 merupakan tonggak penting dalam regulasi industri gaming global. Meskipun dampak langsungnya di Indonesia mungkin terbatas karena perbedaan sistem rating, efek tidak langsungnya terhadap kesadaran konsumen, kebijakan platform digital, dan diskusi regulasi lokal tidak bisa diabaikan.

Bagi gamer Indonesia, perubahan ini seharusnya menjadi pengingat untuk lebih kritis terhadap mekanik monetisasi dalam game yang mereka mainkan. Memahami bagaimana sistem gacha dan loot box bekerja, mengatur pengeluaran dengan bijak, dan mendukung transparansi dalam industri gaming adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh setiap pemain.

Industri gaming terus berkembang dan regulasi akan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Yang terpenting adalah keseimbangan antara perlindungan konsumen dan kebebasan kreatif developer untuk terus menghadirkan pengalaman gaming yang inovatif dan menyenangkan. Tetap ikuti perkembangan berita gaming terbaru di ItemGame untuk mendapatkan informasi paling update tentang regulasi, rilis game baru, dan tips gaming terlengkap.

Bagikan Artikel

Bagikan ke:

Kategori