PP Tunas Resmi Berlaku: Komdigi Tegur Roblox dan TikTok, Regulasi Perlindungan Anak di Dunia Gaming Indonesia Semakin Ketat di 2026

Diterbitkan Diperbarui  4 menit baca ItemGame Berita
Bagikan ke:
PP Tunas Resmi Berlaku: Komdigi Tegur Roblox dan TikTok, Regulasi Perlindungan Anak di Dunia Gaming Indonesia Semakin Ketat di 2026

Dunia gaming di Indonesia memasuki babak baru sejak aturan perlindungan anak di ruang digital mulai ditegakkan pada 28 Maret 2026. Aturan ini dikenal sebagai PP Tunas, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Salah satu platform yang paling disorot adalah Roblox, yang punya banyak pemain anak di Indonesia, bersama TikTok. Kamu bisa mengikuti berita gaming lainnya di ItemGame.

Apa Itu PP Tunas?

PP Tunas mengatur kewajiban Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dalam melindungi anak di ruang digital. Aturan teknisnya dituangkan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permenkomdigi) Nomor 9 Tahun 2026 yang diumumkan pada 6 Maret 2026.

Poin paling penting dari aturan teknis tersebut: anak di bawah 16 tahun tidak lagi dapat memiliki akun di platform digital yang dikategorikan berisiko tinggi. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut implementasinya dilakukan bertahap mulai 28 Maret 2026, dimulai pada delapan platform:

  1. YouTube
  2. TikTok
  3. Facebook
  4. Instagram
  5. Threads
  6. X
  7. Bigo Live
  8. Roblox

Menurut pemerintah, langkah ini diambil untuk melindungi anak dari risiko seperti paparan pornografi, perundungan siber, dan penipuan online.

Kronologi: Komdigi Tegur Roblox dan TikTok

Menjelang dan setelah aturan mulai berlaku, Komdigi memantau kepatuhan kedelapan platform tersebut. Berikut rangkumannya berdasarkan pemberitaan media nasional:

  • 27 Maret 2026: Menkomdigi berdialog langsung dengan platform. X dan Bigo Live dinilai sudah patuh. TikTok dan Roblox dinilai baru kooperatif sebagian dan meminta tambahan waktu untuk menyesuaikan layanan.
  • Akhir Maret 2026: Menkomdigi melayangkan surat peringatan resmi kepada TikTok dan Roblox karena keduanya dinilai belum sepenuhnya mematuhi aturan perlindungan anak, dan menyatakan akan berlanjut ke tahap pemanggilan bila tidak ada perbaikan berarti.
  • 9 April 2026: Meta (Facebook, Instagram, Threads) dinyatakan patuh. Google menerima peringatan administratif terkait YouTube, sementara TikTok, Roblox, dan Google diberi tenggat hingga 14 April 2026.
  • 22 April 2026: YouTube dinyatakan patuh setelah Google menyampaikan surat komitmen kepatuhan.
  • Akhir April 2026: Komdigi menyebut kedelapan platform, termasuk TikTok dan Roblox, sudah patuh. Komdigi juga menegaskan pengawasan tidak berhenti di delapan platform ini karena semua platform wajib melakukan penilaian mandiri (self-assessment) hingga Juni 2026.

Apa yang Berubah di Roblox?

Menurut laporan CNBC Indonesia, Roblox tidak memblokir semua pengguna muda. Platform ini menutup akses fitur chat dan membedakan game yang bisa dimainkan berdasarkan usia, dengan verifikasi wajah sebagai cara memastikan usia pengguna.

Bagi pemain Roblox di Indonesia, ini berarti:

  • Verifikasi usia menjadi bagian dari akses fitur tertentu.
  • Fitur chat dibatasi untuk pengguna yang masih anak-anak.
  • Pilihan game menyesuaikan kelompok usia pemain.

Dampak PP Tunas bagi Gamer Indonesia

Bagi pemain di bawah 16 tahun, perubahan paling terasa adalah pembatasan akun dan fitur di platform yang masuk kategori berisiko tinggi. Bagi orang tua, aturan ini menjadi dorongan untuk lebih aktif mendampingi aktivitas digital anak.

Di sisi komunitas esports, muncul pertanyaan soal regenerasi pemain muda, karena banyak atlet esports memulai kariernya sejak remaja. Perlu dicatat, aturan ini menyasar kepemilikan akun di platform yang dinilai berisiko tinggi, bukan larangan bermain game secara umum.

Perbandingan dengan Negara Lain

Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengatur akses anak ke layanan digital dan game online:

Tiongkok

Sejak Agustus 2021, regulator Tiongkok membatasi anak di bawah umur bermain game online hanya satu jam per hari pada Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, yaitu pukul 20.00 sampai 21.00. Pembatasan ini ditegakkan lewat sistem verifikasi identitas.

Korea Selatan

Korea Selatan pernah menerapkan Shutdown Law yang memblokir akses game online bagi anak di bawah 16 tahun pada pukul 00.00 sampai 06.00. Aturan ini berlaku sejak November 2011 dan dihapus pada Agustus 2021.

Uni Eropa

Uni Eropa mengandalkan aturan perlindungan data seperti GDPR serta Digital Services Act yang mewajibkan platform besar memberi perlindungan lebih bagi pengguna di bawah umur.

Berbeda dengan pembatasan jam bermain ala Tiongkok, pendekatan PP Tunas berfokus pada batas usia kepemilikan akun dan kewajiban platform menyediakan lingkungan yang lebih aman.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

  1. Aktifkan kontrol orang tua di perangkat dan di game yang dimainkan anak.
  2. Bicarakan aturan bermain secara terbuka, termasuk alasan di balik pembatasan usia.
  3. Kenali game yang dimainkan anak, termasuk fitur sosial dan cara pembelian di dalamnya.
  4. Buat jadwal bermain yang seimbang dengan waktu belajar, istirahat, dan olahraga.
  5. Pantau transaksi agar tidak ada pembelian dalam game tanpa sepengetahuan orang tua.

Kesimpulan

PP Tunas mulai ditegakkan pada 28 Maret 2026 dengan aturan utama bahwa anak di bawah 16 tahun tidak lagi dapat memiliki akun di platform digital berisiko tinggi. Komdigi sempat menegur Roblox dan TikTok karena penerapannya belum lengkap, sebelum akhirnya menyatakan kedelapan platform tahap awal sudah patuh pada akhir April 2026. Bagi gamer dan orang tua, aturan ini jadi pengingat bahwa keamanan anak di ruang digital adalah tanggung jawab bersama. Pantau terus berita gaming terbaru di ItemGame.